Rabu, 26 September 2012

Pesona Alam Pantai Ujung Genteng

Pesona Air Terjun Cikaso

Pasir Putih Pantai Ujung Genteng
BERBEDA DENGAN PANTAI KUTA, Bali, pantai Ujung Genteng sangat jarang terdengar di telinga. Tepian pantai di wilayah selatan Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini menawarkan eksotisme alam yang tidak dimiliki daerah wisata lain.

Bagi pencinta petualangan dan pelancong sejati, langit biru dan gelombang laut di pantai Ujung Genteng adalah kerinduan. Riak air laut, yang kehijauan akibat bias warna lumut dan rumput laut, mampu memagnet pengunjung untuk menjejakkan kakinya di pantai. Saat laut surut, hingga jarak 100 meter dari garis pantai berpasir putih halus itu, ketinggian air hanya sebatas lutut.

Sebaran batu karang bak melengkapi panorama pantai pasir putih, yang boleh dibilang tercantik di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat. Keelokannya semakin terasa memesona kala mentari kembali ke peraduan.

Selain terkenal dengan ombaknya yang besar, pantai selatan ini juga sangat anggun dengan airnya yang bening dan pasirnya yang putih. Terumbu karang yang berhamparan tidak cukup mengganggu bagi penggemar pantai. Bila mengapungkan diri di atas airnya, bayangkanlah Anda berada di dalam aquarium alam yang indah.

Pantai ini juga menawarkan siapapun untuk bermanja-manja dengan keindahan matahari terbit juga matahari terbenam. Di sela-selanya, awan berarak melintas di atas kepala. Jika Anda gemar memancing, di sinilah tempatnya. Ujung Genteng kerap dikunjungi oleh para pemancing dari berbagai daerah.

Di kawasan pantai Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik. Penyu Hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan menjadi salah satu daya tarik. Sekali bertelur penyu betina bisa menghasilkan 100-200 butir telur. Agustus hingga bulan Maret, ditandai sebagai musim bertelur para Penyu betina. Penyu Hijau dewasa bisa mencapai panjang 1,5 meter dengan berat sampai 300 kg. Penyebaran Penyu Hijau ini hampir ada di seluruh dunia, dan memiliki sub spesies yang lebih dikenal dengan nama penyu hitam (Chelonia mydas agasizii).

Bagi peselancar, Ujung Genteng menawarkan lokasi Ombak Tujuh atau kawasan pantai yang memiliki ombak besar hingga berlapis tujuh.

Di luar pantai, tepatnya sungai Cikaso, terdapat air terjun atau dikenal dengan Curug Cikaso.  Air terjun ini cukup menggoda mata untuk terjun ke kolamnya. Untuk sampai ke lokasi, dari daratan atau jalan raya pengunjung harus menggunakan perahu mesin yang siap mengantar tanpa harus berjalan kaki jauh. 

Penginapan di kawasan Ujung Genteng belum cukup ramai seperti di kawasan wisata umumnya. Bangunan bambu atau disebut dengan pondokan berdiri di bibir pantai. Tarif penginapan beragam, dari Rp 200.000 hingga Rp 700.000 per malam. Umumnya wisatawan memesan penginapan 1-2 minggu sebelum kedatangan. Bahkan, ada yang memesan sebulan sebelumnya, terutama saat kedatangan bersamaan dengan libur sekolah.

Jika tidak sempat memesan tempat menginap, tidak perlu terlalu khawatir sebab sejumlah penduduk lokal biasanya bersedia menyewakan kamar dan rumah mereka. Tarifnya tidak jauh berbeda dengan tarif losmen Rp50.000-150.000 per malam.

Kilas Sejarah
Ujung Genteng adalah daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Letaknya lebih kurang 210 kilometer dari kota Jakarta. Pekerjaan sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan petani. Sebagian lain memproduksi gula kelapa hasil penyadapan Nira.

Nama Ujung Genteng berasal dari Ujung Gunting. Penamaan ini didasarkan pada posisi Ujung Genteng yang berada di ujung salah satu sudut pulau di Jawa Barat yang berbentuk gunting. Bagian ujung gunting bawah disebut Ujung Genteng, sedangkan bagian ujung gunting atas berada di Ujung Kulon.

Menuju Ujung Genteng
Bagaimana menuju ke Ujung Genteng? Jangan dulu membayangkan ada tempat pendaratan pesawat atau jalan tol yang mulus. Jalan yang ditempuh untuk menuju pantai yang indah ini memang membutuhkan perjuangan. Selain menanjak dan berkelok-kelok, kondisi jalanan cukup memprihatinkan: rusak dan berlubang di sana-sini.

Kendati demikian, lukisan alam di sepanjang jalan tidak mengecewakan. Perkebunan teh Surangga dan perkebunan kelapa menjadi pemandangan tersendiri. Dari kejauhan, garis Pantai Ujung Genteng dengan deretan nyiur yang menggoda mengobati lamanya perjalanan. Sesampainya di kawasan pantai, keletihan pun terbayar. Hembusan angin laut mengusir peluh yang membasahi badan.
Bila dari Bandung, Ujung Genteng ditempuh mencapai delapan jam. Rute berkendara adalah Bandung-Sukabumi- Lengkong-Jampang Kulon-Surade-Ciracap.

Jika menggunakan kendaraan roda empat dari kota Jakarta, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu antara 6 hingga 7 jam. Sementara jika anda penggemar roda dua, dari Jakarta Anda bisa menempuhnya dengan waktu 10-11 jam.(**gaya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar